“Hoamm” aku menguap ketika aku baru bangun menandakan bahwa tubuhku masih lelah dan mengantuk, namun tetap kupaksakan. Aku kemudian membelai rambut seorang pria muda di sampingku. Tubuhnya bugil sedangkan aku yang tersisa hanya jilbabku saja yang menempel di kepalaku sementara tubuhku polos tanpa sehelai benangpun yang menutupinya. Aku kemudian berinisiatif membangunkannya karna hari ini ia harus masuk kerja
“Andy bangun nak nanti kamu telat loh sayang” kataku sambil mengelus pelan dada bidangnya
“Iya mah “katanya sambil menggeliatkan tubuhnya
“Kamu habis minum lagi yah nak semalam, kan sudah berapa kali mamah bilang kalo minum itu nggak baik.”
“Maaf mah teman teman yang ajakin aku”
“Oh pantes aja kamu nggenjot memek mama dari belakang semangat banget yah hihi, ya sudah, kamu mandi gih trus sarapan mamah tunggu dibawah”
Beginilah rutinitasku tiap hari membangunkan keponakanku. Ia bernama Andy. Anak dari kakak perempuanku, yang saat ini menetap dirumahku. Rumah milik suamiku yang bernama Toar seorang pebisnis terkenal dikota ini. Aku sendiri bernama Lily.
Sudah hampir dua tahun Andy tinggal di rumah ini sejak bekerja di perusahaan telekomunikasi di kota ini. Ia menetap dirumahku atas perintah ibunya agar Andy lebih mudah diawasi akibat perilakunya yang kata ibunya sedikit nakal.
Andy menempati bekas kamar anak perempuanku yang telah menikah dan di bawa suaminya ke luar pulau. Andy sejak awal ia tinggal disini, tak pernah memanggilku tante selalu saja memanggilku dengan sebutan mamah.
Entah kenapa sejak Andy tinggal bersamaku di sini. Aku selalu mendapatinya sedang menatap tubuhku lama. Ia juga sering mencoba memegang lenganku ataupun menggenggam jariku namun selalu kutepis saat kami duduk bersama menonton tv.
Harus ku akui tubuhku masih kencang di umurku saat ini. Wajah dan kulitku putih mulus. Tubuhku cukup langsing, walau susuku tak terlalu besar namun tetap kencang karna aku hanya memiliki seorang anak perempuan.
Itupun terkadang anakku saat masih kecil ia tak terlalu sering menyusu padaku karna baru sebentar saja ia menyusu ia langsung tertidur. Satu satunya bagian tubuhku yang kadang kuperhatikan membuat laki laki memperhatikanku adalah bokongku yang cukup besar dan padat yang kadang walau aku sudah memakai gamis lebar, tetap saja bokongku itu masih cukup tercetak jelas di balik gamisku.
Menurutku Andy merupakan lelaki yang pantas menjadi idaman wanita karena fisiknya. Wajahnya yang tampan dan putih, sorot mata yang tajam dan alis tebal terkadang membuatku salah tingkah saat ia memandangiku lama. Tubuhnya juga cukup atletis dengan dada yang bidang dan lengan yang cukup kekar dengan tinggi 180 cm membuatku terlihat mungil karna tinggiku hanya 169 cm saja.
Namun beberapa bulan kemudian hubungan kami berdua berubah. Jika suamiku berada di rumah aku dan Andy berperilaku layaknya seorang bibi dan keponakannya namun saat suamiku pergi untuk bekerja ataupun mengurus bisnisnya selama beberapa bulan maka kami akan menjadi seperti sepasang kekasih. Semua berawal dari suatu peristiwa yang tak akan pernah aku lupakan. Kira kira 8 bulan yang
***
8 BULAN YANG LALU
“Andy kemana kamu nak kok jam segini belum pulang” gumamku sambil melihat jam yang menunjukan pukul 1 malam. Aku saat ini sedang sendirian di rumah yang lumayan luas ini. Assisten rumah tanggaku sedang pulang kampung sedangkan suamiku sedang keluar kota mengurus bisnisnya.
Aku baru saja selesai melakukan ibadah malam saat aku terbangun dari tidurku malam ini. Saat kuperiksa kamar Andy ternyata ia belum pulang. Aku kemudian duduk di ruang tamu dengan masih memakai mukenaku menutupi baju tidurku sebuah daster tanpa lengan.
TOK! TOK! , suara ketukan pintu yang cukup keras mengaggetkanku. Kuintip keluar di balik jendela, ternyata yang mengetuk pintu adalah teman Andy yang sedang memapah Andy. Akupun segera membukakannya pintu.
“Malam tante” sapa laki laki itu
“Aduh Andy kenapa?”tanyaku
“Anu tante hmm tadi ada pesta malam mingguan bareng temen temen kantor, trus kami sediain sedikit minuman beralkohol. Si Andy tadi kebanyakan minum tante” kata pria yang membawa Andy
“Heh jangan asal ngomong gue nggak mabuk kok” kata Andy pada temannya. ” nih liat gue masih bisa berdirikan” kata Andy yang melepaskan diri dari rangkulan temannya. “Jangan percaya temenku yah mah” kata Andy yang lagi lagi mencoba menggenggam tanganku namun segera kutarik tanganku menjauh darinya.
“Iya iya mamah percaya ayo kalian berdua masuk dulu” ajakku
“Maaf tante saya harus pulang, nggak bisa lama lama” kata pria itu dan segera bersalaman denganku kemudian beranjak pergi. Aku dan Andy kemudian segera masuk ke rumah.
“Mah badan Andy pegel banget mah, Andy kayaknya masuk angin deh. Andy juga mual” kata Andy
“Terus mamah harus gimana sayang” kataku
“Hngg kalo mamah nggak keberatan tolong dong mah kerokin badan Andy yah mah”
“Ya udah kamu tunggu di ruang tengah. Mamah lepas dulu mukena mamah” kataku. Aku kemudian segera menuju kamarku. Kemudian melepas mukena dan dasterku dan memakai gamisku yang berwarna hijau dan celana yang berwarna sama.
Aku tak memakai bra di balik gamisku karena aku memang saat tidur tak pernah memakainya. Hanya celana dalam berwarna krem yang kupakai di balik celana kain hijauku. Kemudian kupakai jilbabku yang agak lebar menutupi area kepala dan dadaku. Aku lalu membawa minyak kayu putih serta uang koin dan menuju ke ruang tengah. Kulihat Andy sedang duduk di sofa hanya memakai boxernya saja.
“Cepat balik badan mamah ngantuk” kataku pada Andy
Andy segera memunggungiku. Kutuangkan sedikit minyak kayu putih itu ke telapak tanganku. Aku kemudian segera mengeroki punggungnya . Setelah beberapa menit akupun telah selesai dan berniat segera menuju kamarku
“Udah tuh, mamah masuk kamar duluan yah mau tidur” kataku sambil beranjak berdiri
” jangan dulu mah, usapin juga bagian dada sama perutku dong” pinta Andy memelas
“Kan kamu bisa sendiri nak”kataku
“Plis mah kali ini aja” katanya. Aku pun menuruti keinginannya. Ia berbalik menghadapku. Kuusapi minyak kayu putih dada bidang dan perut rata milik Andy. Saat kuperhatikan kebawah kulihat kontolnya perlahan bangun di balik boxer tipisnya. Mengacung tegak membuat seperti tenda disana.
“Om kemana mah” kata Andy yang membuyarkan pandanganku pada kontolnya.
“Ha ngg anu lagi keluar kota” jawabku sedikit grogi.
“Mamah kenapa?” Tanya Andy tersenyum. Ia pasti menyadari aku memperhatikan kontolnya tadi
“Nggak apa kok nak, nah udah mama masuk kamar dulu” kataku yang segera menuju ke kamarku. Namun kulihat di belakangku Andy mengikutiku. Aku segera masuk ke kamarku dan ingin menutup pintuku namun segera di tahan oleh Andy. Ia kemudian ikut masuk ke kamarku
“Mau apa kamu nak, sana masuk ke kamarmu” kataku
“Mah, mamah tadi perhatiin kontol Andy kan?” Tanyanya
“Nggak, Andy keluar cepat!” Bentakku.
“Mamah bohong” usai Andy menyelesaikan kata katanya tubuhku ditarik. Aku mencoba melawan namun tenaga Andy lebih besar. Ia segera menundukkan kepalanya dan mencium bibir
“Muach cup hmmpp muach” suara kecipakan bibir Andy di bibirku . Aku mencoba mengatupkan mulutku namun terlambat lidahnya telah menyeruak masuk ke mulutku. Ketika kurasa tenaga Andy sedikit melemah kuhentakan tanganku dan menjauhkan diriku
“Cukup nak, jangan aku tantemu hiks, adiknya mamamu”
“Andy sudah nggak bisa nahan lagi mah” kata Andy yang menarikku dan menghempaskan tubuhku ke atas ranjang tempat aku dan suamiku biasanya tidur ataupun berhubungan badan. Andy kemudian menindih tubuhku dan kembali mencium bibirku. Air mataku mulai berlinang. Andy meremas susuku di balik jilbab dan gamisku yang menutupinya. Ia pasti merasakan putingku yang telah mengeras disana.
Aku tetap berusaha memberontak dengan memukul mukul punggung Andy namun dengan cekatan salah satu tangannya menahan tangan kiriku.
“Muach” hiks stop nak stop hiks” kataku dalam tangis
Andy tak menghiraukan perintahku ia begitu bernafsu. Bukan hanya bibirku yang di ciuminya namun merambah ke leherku yang masih tertutupi jilbab. Setelah di rasakan tanganku tak lagi memukulinya ia melepas cengkramannya di tanganku. Dan kemudian ia sedikit menggeser tubuhnya. Kini posisinya setengah menindih tubuhku dari samping. Tangan kanannya kemudian bergerak menyingkap keatas bagian bawah gamisku hingga sebatas perut. Tangannya kemudian bergerak masuk menuju memekku melalu bagian atas celanaku.
Ia memainkan memekku dengan jemarinya dan sesekali mengelus jembutku yang lebat. Ia jarinya kemudian ia gesek gesekkan ke itilku. Membuat rasa geli dan nikmat disekujur tubuhku.
“Memek mamah udah basah mama sukakan?” Tanya Andy yang kujawab dengan hanya menggelengkan kepalaku.
Andy kemudian bangkit. Memegang ujung atas bagian celanaku dan menariknya kebawah dengan kedua tangannya. Sengaja tak kuangkat pantatku agar ia tak bisa melepas celanaku
“Hiks huu nak cukup nak” kataku
“Diam mah nikmatin aja” dengan tangan kirinya ia mengangkat bagian bawah tubuhku dan menghentakkan celanaku hingga terlepas. Kini memekku hanya tertutupi celana dalamku saja. Andy kemudian sedikit menarik tubuhku ke tengah ranjang. Membuka lebar pahaku. Dan tidur menelungkup di antara kakiku. Wajahnya tepat berada didepan memekku. Ia kemudian menyibakkan celana dalamku kesamping dan mulai menjilati belahan memekku
“Oughh ahh ahh” desahku. Suamiku tak pernah mau melakukan ini. Kenapa harus orang lain yang menjilati memekku bukan suamiku.
“Sllurrpp hmmmpp slluurrp” suara mulut Andy yang beradu dengan memekku. Kucoba mendorong kepalanya dengan tanganku, namun entah kemana semua tenagaku. Aku tak bisa melawan tenaganya
Andy semakin liar memainkan memekku dengan lidahnya. Kini tanganku bukan lagi mendorongnya namun menekan kepalanya ke memekku. Lidahnya kadang menyeruak masuk ke dalam memekku
10 menit Andy mengerjai memekku dan kurasakan ada sesuatu yang akan keluar dari dalam memekku. Tubuhku perlahan menegang. Kurasakan sedikit demi sedikit cairan orgasmeku mulai keluar
“Ahhhhhhh” pekikku. Pinggulku terangkat. Pahaku mengapit kepala Andy. Mulut Andy meminum semua cairan orgasmeku yang keluar dan ia juga menjilati sisa sisa cairan orgasmeku.
Tubuhku begitu lemas namun nikmat. Aku tak pernah orgasme dalam keadaan di oral seperti tadi. Kulirik Andy yang bangkit dengan terburu buru dan segera melepas boxernya. Ia kini bersimpuh diantara dua pahaku yang masih mengangkang. Ia kemudian melepas celana dalamku lalu Ia menggesekkan kepala kontolnya disana dan tanpa bisa kuhentikan kontol sepanjang 19 cm itu perlahan lahan membelah memekku
“Oughh” desah kami berdua saat kedua alat kelamin kami berpadu. Kontol Andy memenuhi seluruh rongga memekku. Dan mencapai mulut rahimku yang tak pernah di capai oleh kontol suamiku. Dengan masih memakai jilbab dan gamisku, Andy mulai menggerakan pinggulnya maju mundur menghujam memekku
“Ahh ahh memek mamah enak ahh ahh” desah Andy
“Enakkan mah di entotin Andy” kata Andy sambil tangannya bergerak masuk kedalam gamisku menuju susuku. Jari jarinya mulai memilin putingku
“Uggh ahh sshh ahh” hanya desahanku saja yang terdengar. Entah kenapa aku mulai menikmati gesekan kontol Andy di dalam memekku. Andy tiba tiba saja menghentikan genjotannya. Namun tangannya tetap meremas remas kedua susuku.
“Ayo jawab mah” kata Andy
“Iya enak berhubungan badan sama Andy” kataku
“Berhubungan badan apaan mah, jawab yang benar!” Kata Andy
“Enak ng ngentot sama Andy”
“Haha bagus mah” kata Andy yang kembali menghantamkan kontolnya ke memekku. 10 menit kemudian orgasme keduaku kurasakan akan tiba. Memekku kurasakan mulai makin geli.
“Ahh ahh Andy mamah mau kelluar ahh”
“Nikmatin mah kelluarin” katanya
“Ahhh oughhh shhh saayaaanggg ahhh uuhh mamahh kellluarr” teriakku. Andy menghentikan hujaman kontolnya dan memeluk tubuhku erat. Setelah badai orgasmeku kurasakan mereda kutarik perlahan tubuhku yang berada dalam dekapan Andy.
“Kenapa kamu ngelakuin ini nak” tanyaku.
“Karna mamah cantik, menurut Andy mamah juga sexy walaupun mamah selalu pakai baju gamis dan jilbab tapi Andy nggak bisa berhenti mandangin tubuh mamah, Andy nafsu jika ngelihat pantat mama yang kecetak di balik gamis mamah, muach” puji Andy padaku sambil mencium bibirku.
“Mah nungging yah” kata Andy yang kemudian mencabut kontolnya dari dalam memekku.
Andy kemudian memposisikan tubuhku menungging membelakanginya. Bagian bawah gamisku melorot hingga ke area dadaku karena posisi pantatku yang lebih tinggi dari posisi kepalaku. Ia kemudian memposisikan dirinya di belakang pantatku. Lalu mulai menggesekan kontolnya ke belahan pantatku.
*plak! Oh pantat mamah mulus, besar, indah” kata Andy sambil beberapa kali menampar buah pantatku dan mengelus elusnya sambil ia tetap menggesekan kontolnya. Andy kemudian memposisikan kontolnya menggesekki bibir memekku. Terasa nikmat saat itilku yang sudah membengkak tergesek benda keras dan panjang itu.
“Masukin burungnya Andy” tanpa sadar aku berkata demikian karna nafsuku yang sudah ada di ubun
“Burung apaan mah, burung beo atau nuri” kata Andy yang tetap menggeseki memekku dengan kontolnya, ia nampaknya ingin aku berkata vulgar
“Kontol masukin kontol kamu” kataku sambil ikut menggerakan pantatku
“Kontol Andy masukin kemana mah hah?” Tanyanya lagi
“Masukkin kontol kamu ke memek mamah cepetan, mamah pengen dientotin kamu” kataku yang disambut dengan tawa Andy. Ia segera memasukkan kontolnya ke liang nikmatku. Tak berapa lama memekku kembali terasa sesak oleh kontol Andy. Ia mulai menggerakan pinggulnya maju mundur yang kusambut dengan ikut menggoyangkan pinggulku.
“Ahh ahh enak kan mah dientotin Andy”tanya Andy
“Sshh ahh iya sayang ayo tusuk terus” jawabku
“Ohh ohhh mamah lily akhirnya aku entotin mamah” ceracaunya
“Ahh nakal kamu sayang ahh ahh kamu oughh entotin adik mamamu ohh kamu entotin tantemu ini ooughh ahh” kataku tak mau kalah
Andy kemudian menarik tubuhku. Kini aku berada di pangkuannya bergerak naik turun. Ia kemudian melepas resleting gamisku dan membukanya. Kini aku sudah bertelanjang namun masih tetap kupakai jilbabku. Saat aku menoleh ke samping kiri. Kulihat bayangan diriku yang tengah bergerak naik turun di atas pangkuan Andy hanya dengan memakai jilbab. Aku melihat bayangan diriku sungguh binal
“Oughh ahh ahh kamu bikin mamah kayak gini kamu nakal nak ohh”
“Ahh ahh tapi ohh Lily sukakan” kata Andy hanya menyebut namaku
“Oughh suka terus entotin mamah” kataku
Andy kemudian memposisikan diriku kembali menungging. Dan secara perlahan lahan bagian atas tubuhku di dorong ke bawah hingga kini posisiku sudah berbaring menelungkup. Kugigit bantal yang berada di bawahku menikmati rasa nikmat di memekku yang makin sempit dan membuat kontol Andy makin terasa saat ia menghujamkan kontolnya disana
Plok! Plok! Plok! Suara selangakan Andy yang menghantam buah pantatku. Terkadang Andy menurunkan tubuhnya menciumi leherku. Aku juga terkadang menoleh untuk mencium bibirnya
“Ohh mah Andy mau keluar mah” kata Andy, kontol Andy kurasakan makin mengeras di liang memekku
“Ahh sshh uuhhh bareng sayang mamah juga, ohh ohhh mamah kellluarr saayyanng” teriakku
“Ahhh Lilyyy, Andyy keluar mahhh
” * crot crot 7 tembakan sperma Andy memenuhi memekku. Ia kemudian mencabut kontolnya dan mengoles oleskan spermanya ke belahan dan buah pantatku. Ia kemudian membaringkan diri disampingku.
“Hoshh memek sama pantat mamah memang juara” kata Andy dengan nafas tak teratur
“Kontol kamu juga sayang” kataku, Aku kemudian membalikan diriku dan segera tenggelam dalam pelukan Andy dan tertidur kelelahan
***
Sejak saat itu aku dan Andy makin akrab dan dekat. Jika kami hanya berdua di rumah saat suamiku pergi, maka sepulang Andy bekerja ia akan selalu menyetubuhiku. Kami selalu sama sama puas karena selalu bersama dalam mencapai klimaks.
Kami bahkan pernah berhubungan badan di dalam kamar mandi saat suamiku menanyaiku sedang apa aku di kamar mandi yang kujawab sedang buang air besar. Untung saja suamiku percaya dengan kata kataku. Sensasi mendebarkan saat itu membuatku cepat mendapatkan orgasmeku. Dan saat aku kemudian keluar dari kamar mandi untunglah suamiku tak menungguiku. Aku dan Andy kemudian berciuman sebelum kembali ke kamar kami
Kembali ke saat ini. Aku sudah berada di meja makan kulirik jam masih pukul 6 pagi. Andy saat itu melintas melewatiku menuju ke kamar mandi.
“Mamah lily mandi bareng yuk”
“Ayuuukk” jawabku sambil mengikutinya masuk ke kamar mandi. Ah Andy, Andy. Keponakanku yang mengubahku dari wanita baik menjadi seperti wanita nakal tapi aku menyukainya nak….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar