Sabtu, 03 September 2016

Tante Lily



“Hoamm” aku menguap ketika aku baru bangun menandakan bahwa tubuhku masih lelah dan mengantuk, namun tetap kupaksakan. Aku kemudian membelai rambut seorang pria muda di sampingku. Tubuhnya bugil sedangkan aku yang tersisa hanya jilbabku saja yang menempel di kepalaku sementara tubuhku polos tanpa sehelai benangpun yang menutupinya. Aku kemudian berinisiatif membangunkannya karna hari ini ia harus masuk kerja
“Andy bangun nak nanti kamu telat loh sayang” kataku sambil mengelus pelan dada bidangnya
“Iya mah “katanya sambil menggeliatkan tubuhnya
“Kamu habis minum lagi yah nak semalam, kan sudah berapa kali mamah bilang kalo minum itu nggak baik.”
“Maaf mah teman teman yang ajakin aku”

Tanteku Ryani


Oke, sudah jam 10 malam…
Akupun bergegas keluar dari kamarku, langsung melangkahkan kakiku menuju kamar tanteku.
Namaku Andi. Sedari kecil aku ikut dengan om ku karena mereka belum memiliki anak setelah cukup lama menikah, aku mempunyai rutinitas yang selalu dilakukan sebelum tidur malam. Aku biasanya akan mendapatkan ciuman selamat malam dari tante. Kadang di ruang keluarga sehabis menonton televisi, kadang tanteku yang datang ke kamarku, tapi lebih sering akulah yang mencarinya ke kamarnya untuk mendapatkan ciuman selamat malam darinya. Kebiasan mendapatkan ciuman selamat malam seperti itupun terus berlangsung hingga aku kelas 2 SMP seperti saat sekarang ini.
Tok tok tok…
“Tee…,” panggilku dari balik pintu kamar tanteku.
“Masuk aja nDi,” sahut tante. Akupun masuk ke dalam kamarnya. Kudapati tante sedang tiduran di atas tempat tidurnya sambil menonton tv. Tampak seluruh tubuhnya kecuali kepalanya sudah masuk ke dalam selimut
“Sudah mau tidur ya?”
“Iya Te…” jawabku yang dibalas tante dengan tersenyum. tante kemudian bangkit dari posisi berbaringnya untuk kemudian duduk, selimutnya jadi turun sehingga memperlihatkan daster yang dia kenakan yang menurutku cukup tipis dan seksi.
Aku lalu berjalan mendekat ke arah tante, membungkuk, dan kemudian memberikan keningku untuk dikecup olehnya.
Muach…
“Selamat tidur sayang… mimpi indah yah…” ucap tante lembut memanjakan telingaku.
“Selamat tidur juga Te…” balasku. Aku sebenarnya ingin berlama-lama di sini, tapi karena tidak ada alasanku untuk berlama-lama, akupun jadi harus segera bergegas kembali ke kamarku agar tante tidak curiga. Sebelum menutup pintu aku melihat ke arah tante lagi. Dia tersenyum manis lagi padaku. Begitu indah. Senyuman tante begitu menenangkan. Aku harap aku akan mimpi indah karena melihat senyumnya itu.